Tidak Apalah Prank Tisu Daripada Prank Sampah

Fenomena prank atau menciptakan kekacauan untuk sekedar lelucon semakin tidak lucu lagi. Dua tahun lalu, jenis-jenis prank masih ‘bersahabat’ dan tidak merugikan. Tetapi, saat ini prank tak lagi kocak. Yang ada justru tata krama ditabrak. Ujung-ujungnya malah berakhir dengan tuntutan pidana.

Apa hanya Youtuber saja yang gemar melakukan ‘prank’? Ternyata tidak. Bahkan pemilik lapak di situs online juga berani menipu konsumen, padahal resikonya adalah reputasi terancam dan diblokir.

Seperti yang terjadi pada Richardson Felicia Sabrin. Melalui akun Facebook nya, ia membagi pengalaman apes karena tergiur promo tisu. Alih-alih mendapat tisu merk terkenal seharga Rp 99 dari harga asli Rp 7.000, ia justru mendapat kiriman mengejutkan. Memang, ia mendapatkan tisu, tetapi hanya 1 lembar! Tidak hanya itu, ia mendapatkan paket tersebut dengan kemasan plastik bening transparan.

Dalam unggahannya, ia melontarkan kekesalan karena sudah menggunakan voucher diskon besar,tapi dapat barang yang nol besar. Ia juga malu kepada pengantar paket–yang pastinya tahan tawa saat mengantar paket tersebut.

Kejadian kocak ini dengan mudah viral karena kejadian diunggah ulang di twitter oleh @shamposachet.

Wah bagaimana kelanjutan ceritanya ya? Lagipula, pembeli harus jeli dengan melihat merek, karena merek tisu yang ditawarkan itu memiliki harga pasaran diatas Rp 8.000.

Pastinya korban prank dari lapak situs belanja online itu tidak berdiam diri. Kebanyakan situs belanja online ternama juga tidak mencairkan uangnya kepada pemilik lapak jika pembeli tidak puas.

Jadinya impas, pembeli tidak puas dan uang kembali pastinya. Lumayan untuk diceritakan ke anak cucu nantinya. Tak apalah prank tisu daripada prank sembako sampah kan. Mulai saat ini, harus hati-hati sebelum transaksi ya

Tinggalkan Balasan