Cara Mencegah Corona

Cara Mencegah Serangan Corona Yang Beraksi Melalui Udara

Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa ada dua orang Indonesia yang dites positif terkena virus korona di halaman istana, Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin 3 Maret 2020. Dua orang yang terinfeksi COVID-19 adalah seorang wanita berusia 64 tahun dan putrinya yang berusia 31 tahun. Keduanya terkena paparan virus korona setelah berinteraksi dengan warga negara Jepang yang berkunjung.

Mitos dan fakta tentang virus korona itu harus diketahui

Karena virus korona masih baru dan dalam penyelidikan, banyak rumor berkembang mulai dari penyebab, pencegahan, hingga pengobatan. Faktanya, tidak sedikit hoak informasi telah menyebar sejak kemunculannya, baik melalui media sosial atau grup pesan berantai. Untuk menghindari kebohongan, ketahuilah mitos dan fakta tentang virus korona berikut ini.

  1. Mitos: Virus korona sengaja dibuat oleh sekelompok orang untuk tujuan tertentu

Fakta: Virus sejati dapat mengubah karakter dari waktu ke waktu. Kadang-kadang, banyak wabah penyakit terjadi ketika virus yang berasal dari hewan, seperti burung, kelelawar, babi, ular, pindah ke manusia. Ini juga dapat terjadi pada penyebaran virus korona.

  1. Mitos: Hewan peliharaan dapat menularkan virus korona

Fakta: Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan, seperti anjing atau kucing, dapat terinfeksi COVID-19. Namun, Anda disarankan untuk selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan hewan peliharaan. Dengan ini, Anda dapat menghindari berbagai jenis bakteri umum, termasuk E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah dari hewan peliharaan ke manusia.

  1. Mitos: Virus Corona hanya menyerang orang tua, bukan anak kecil

Fakta: Semua orang dari berbagai usia sebenarnya dapat berisiko terinfeksi COVID-19. Namun, orang tua yang pertahanan tubuhnya menurun dan orang-orang yang sebelumnya mengalami kondisi medis, seperti asma, diabetes, penyakit jantung, tampaknya lebih rentan untuk menjadi sakit parah karena virus. Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan orang-orang dari segala usia untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari virus, misalnya dengan mempromosikan gaya hidup sehat.

  1. Mitos: Menerima paket barang atau surat dari Tiongkok dapat terinfeksi virus korona

Fakta: Para peneliti masih mempelajari bagaimana virus korona dapat menginfeksi manusia. Namun, para ilmuwan menduga bahwa sebagian besar virus tidak dapat bertahan lama di permukaan apalagi di suhu panas. Jadi, kemungkinan Anda tertular virus korona melalui barang atau surat dari China yang lewat berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sangat rendah.

  1. Mitos: Virus Corona dapat ditularkan dari gigitan nyamuk

Fakta: Sampai sekarang, tidak ada bukti ilmiah yang dapat menunjukkan bahwa virus korona dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. COVID-19 adalah virus pernapasan yang dapat menyebar melalui tetesan air liur atau cairan dari hidung yang dilepaskan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, dan tidak dapat ditularkan dari gigitan nyamuk.

  1. Mitos: Pemindai termal efektif mendeteksi orang yang terinfeksi virus korona

Fakta: Pemindai termal efektif mendeteksi orang yang menderita demam, yang berada di atas suhu tubuh normal, karena terinfeksi virus korona baru. Namun, mereka tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi, tetapi belum demam. Alasannya, ini membutuhkan waktu antara 2 dan 10 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan demam.

  1. Mitos: Makan bawang putih dapat mencegah infeksi COVID-19

Fakta: Bawang putih memang merupakan salah satu jenis rempah yang mengandung zat antimikroba di dalamnya. Namun, tidak ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan bahwa bawang putih dapat mencegah infeksi COVID-19. Karena itu, berita tentang konsumsi bawang putih dapat melindungi tubuh dari coronavirus tidak dapat dibuktikan benar.

Tinggalkan Balasan