Aktivitas Saat Lockdown

5 Aktivitas Online Wajib Dilakukan Saat PSBB Terjadi

Masalah implementasi lockdown semakin banyak didengar, membuat tidak sedikit orang yang mulai mempersiapkan semuanya. Ketika lockdown ditetapkan oleh pemerintah memang ada banyak perubahan yang harus disesuaikan oleh masyarakat.

Tidak hanya mempersiapkan mental, tetapi beberapa hal yang berubah dalam kehidupan kita sehari-hari juga perlu dihadapi. Karena jika kita diharuskan berada di rumah selama kurungan atau karantina, akan ada banyak kegiatan yang tidak dapat dilakukan. Untungnya, saat ini teknologi internet atau online yang sedang berkembang pesat dapat menjadi alternatif dan solusi dari beberapa kegiatan yang sulit dilakukan saat terkunci. Nah, berikut adalah beberapa kegiatan yang harus dilakukan online ketika lockdown diterapkan.

Belajar

Aktivitas pertama yang berubah dan harus dilakukan online ketika lockdown diterapkan adalah belajar. Selama periode rekomendasi #DirumahAja, kegiatan belajar di beberapa sekolah dan kampus mulai mengambil cuti. Sebaliknya, pemerintah menyarankan agar siswa melakukan studi di rumah. Bisa jadi siswa memang dapat belajar dengan metode independen selama periode lockdown. Tetapi dengan platform pembelajaran online yang kini bermunculan dan memberikan akses gratis, aktivitas pembelajaran online ini bisa menjadi solusi yang mumpuni. Mungkin siswa dan siswa masih belum terbiasa dengan kegiatan pembelajaran online ini. Namun di tengah situasi seperti ini maka mau tidak mau pembelajaran online harus dipilih.

Kerja

Bagi para pekerja, kegiatan mata pencaharian yang telah mereka lakukan dengan pergi ke luar rumah, ketika lockdown diterapkan, mereka tidak bisa lagi melakukannya. Sebagai solusi, aktivitas kerja di kantor mungkin mau tidak mau harus dilakukan secara online. Meskipun tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara online, tetapi alternatif ini tampaknya sudah mulai dipertimbangkan secara luas oleh pemilik bisnis pada karyawan mereka ketika lockdown diterapkan. Untungnya, orang Indonesia, yang sudah terbiasa dengan internet dan perangkat digital, dapat bekerja online di rumah.

Belanja Online

Selanjutnya, kegiatan yang berubah dan harus dilakukan online saat terkunci adalah berbelanja. Kegiatan belanja online di Indonesia, terutama di kota-kota besar, seharusnya tidak lagi menjadi sesuatu yang asing. Karena dengan maraknya pedagang online yang ada, belanja online menjadi tren gaya hidup terbaru. Jumlah kepentingan publik dalam belanja online itu sendiri dapat dilihat dari peningkatan berkelanjutan dalam transaksi yang tercatat. Namun sayangnya, meski orang terbiasa berbelanja online, saat terkunci, aktivitas pengiriman tentu saja bisa terhambat oleh aturan. Tetapi kita akan melihat apakah kegiatan pengiriman barang akan terhambat jika lockdown diterapkan.

Komunikasi

Selama lockdown, kita memang akan menghabiskan banyak waktu di rumah. Nah Anda yang memiliki pekerjaan dengan konsep rapat yang intens, tentu saja saat terkunci, ini akan mengubah cara Anda berkomunikasi. Jika biasanya Anda berkomunikasi secara langsung dan berhadap-hadapan maka saat menerapkan penguncian, maka Anda tidak bisa lagi melakukannya. Sebaliknya, komunikasi selama penguncian akan diganti oleh komunikasi online. Jadi, apa pun minat Anda dalam berkomunikasi dengan orang lain, maka pada periode terkunci atau tidak Anda harus menggantinya dengan komunikasi online. Untungnya masyarakat Indonesia sudah mengenal komunikasi online ini. Dengan dukungan teknologi yang terus berkembang, membuat komunikasi online selama penguncian dapat dilakukan dengan baik.

Membeli makanan

aktivitas itu berubah dan harus dilakukan online ketika lockdown membeli makanan. Tentu saja saat lockdown kita benar-benar tidak bisa meninggalkan rumah. Namun di sisi lain kita tetap harus memenuhi kebutuhan pangan agar bisa bertahan di rumah. Sekarang jika kita membeli makanan langsung ke toko, maka saat terkunci Anda mungkin harus melakukannya secara online. Tetapi pertanyaannya adalah apakah ketika lockdown saudara-saudara pengemudi ojol masih bisa beroperasi? Memang, selama penguncian, ada kemungkinan bahwa pemerintah akan memainkan peran dalam distribusi makanan. Tetapi ini bisa atau mungkin tidak terjadi.

Tinggalkan Balasan