Masker Kain

Benarkah Masker Kain 3 Lapis Dapat Cegah Korona? Ini yang Sebenarnya

Benarkah masker kain 3 lapis dapat cegah korona? Sebelumnya coba kita pahami bagaimana cara penyebaran virus korona tersebut. Korona menyebar dari individu ke lain melalui udara. Penderita yang terjangkit korona dapat menularkan penyakit melalui bersin dan batuk.

Ketika seseorang bersin maka akan mengeluarkan titik-titik cairan yang mengandung virus. Virus yang menyebar di udara akan terhirup oleh orang lain di sekitarnya apabila tidak melindungi diri menggunakan masker.

Namun tahukah Anda bahwa tidak semua masker dapat melindungi penggunanya dengan efektif? Masker yang kurang efektif memiliki ciri-ciri transparan dan mudah tertembus angin. Hal tersebut masih rentan dengan resiko penularan. Oleh sebab itu diperlukan masker khusus yang aman melindungi dari paparan virus berbahaya. Lalu benarkah masker kain 3 lapis dapat cegah korona?

Masker Kain 3 Lapis Dibuat dengan Bahan Cotton yang Berserat Rapat

Masker 3 lapis akan maksimal menangkal virus penyakit apabila terbuat dari kain pilihan yang memiliki serat padat. Ini berarti kain serat kain tidak berongga dan tersusun dengan padat. Jika demikian maka kain dapat menghalau udara mengandung virus yang tersebar di sekitar kita.

Pemilihan bahan katun telah banyak digunakan sebagai bahan yang paling ideal melindungi area wajah seperti hidung dan mulut dari paparan virus. Hal tersebut karena cotton lebih baik dalam menyaring udara namun tidak membuat penggunanya kesulitan bernapas.

Masker Kain 3 Lapis yang Dapat Diselipkan Tisu

Berdasarkan anjuran pemerintah, masker kain 3 lapis yang efektif anti korona adalah masker yang dapat diselipkan tisu pada bagian tengahnya. Sehingga tisu inilah yang akan bekerja sebagai filter untuk menangkal virus berbahaya agar tidak masuk ke dalam tubuh kita.

Tisu yang digunakan pun harus secara rutin diganti agar masker tetap optimal melindungi terutama bagi pengguna yang menderita flu atau batuk pilek. Penggantian tisu harus dilakukan lebih sering untuk membuat masker tetap berfungsi dengan baik. Tisu yang diganti pun harus dibuang ke tempat sampah tertutup serta jangan lupa untuk mencuci tangan setelah membuang tisu bekas.

Masker Kain 3 Lapis yang Dicuci dengan Bersih

Jangan menggunakan masker 3 lapis yang sudah dipakai berkali-kali. Sebaiknya masker dicuci minimal sekali dalam sehari setelah digunakan untuk beraktivitas di luar rumah. Cucilah dengan deterjen hingga bersih. Dengan pencucian rutin maka masker dapat digunakan lagi dan lagi namun tidak mengurangi tingkat perlindungannya terhadap virus.

Masker Kain 3 Lapis yang Tidak Dapat Digunakan Untuk Meniup Lilin

Untuk menguji apakah masker 3 lapis memang benar anti korona, lakukan dengan praktik percobaan meniup lilin saat sedang menggunakan masker. Apabila lilin tersebut mati, maka masker belum bisa dikategorikan sebagai masker efektif anti korona karena angin yang kita tiupkan masih tembus ke luar.

Namun jika lilin yang ditiup tidak padam maka masker tersebut sudah lolos kategori efektif cegah korona. Lapisan tisu terbukti efektif tidak tembus angin saat digunakan sebagai bahan untuk diselipkan pada masker.

Masker Kain 3 Lapis yang Menggunakan Bahan Filter Udara

Tidak hanya masker kain 3 lapis dengan tisu, namun ada juga pilihan lain dari masker 3 lapis yang dibuat tanpa membutuhkan tambahan tisu. Yaitu masker kain yang dilapisi dengan kain penyaring atau filter.

Dengan bagian filter tersebut maka akan berfungsi untuk memilah udara yang aman dihirup. Nah, itulah jawaban atas pertanyaan benarkah masker kain 3 lapis dapat cegah korona. Lindungi diri dan orang sekitar dari bahaya virus korona.

Tinggalkan Balasan