Angin Kencang Runtuhkan Puluhan Rumah di Abdya

Puluhan rumah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) rusak parah setelah angin kencang disertai hujan deras, melanda wilayah setempat sekitar pukul 05.00 WIB subuh Kamis (6/8/2015).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Anwar Daud yang dihubungi wartawan, menyebutkan, berdasarkan hasil pantauan disejumlah lokasi, terdapat 23 unit rumah warga yang rusak akibat dihantam angin kencang tersebut.

Kerusakannya bervariasi, ada yang atapnya diterbang oleh angin, ada yang tertimpa pohon dan ada pula rumah warga miskin yang terbuat dari pelepah rumbia ambruk secara keseluruhan sehingga rata dengan tanah.

“Tiupan angin tidak berlangsung lama, diperkirakan tidak sampai satu jam. Namun, dalam waktu singkat, angin badai tersebut mampu merusak puluhan rumah warga serta menumbangkan sejumlah pohon,” sebut Anwar.

Data sementara yang dikumpulkan BPBK Abdya, ada sekitar 23 unit rumah yang rusak dihantam angin, dua unit rumah bantuan di Desa Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh, kerusakan hanya dibagian atap rumah yang lepas secara keseluruhan karena tiupan angin kencang, 15 unit rumah di Desa Lhang, 1 unit di Desa Alue Dama dan 1 unit di Desa Rambong Kecamatan Setia dengan tingkat kerusakan rumah yang berbeda-beda.

“Di Desa Lhang itu, ada yang rumahnya ditimpa pohon dan mengalami rusak berat dan ada yang atapnya terbang diterpa angin namun dalam kondisi rusak sedang, begitu juga dengan lokasi yang lain,” terangnya.

Sementara di kawasan Desa Padang Bak Jok, Kecamatan Tangan-Tangan ada 4 unit rumah warga yang juga rusak akibat terpaan angin. Namun, keempat rumah itu dalam kondisi rusak parah dan satu diantaranya hancur total karena terbuat dari pelepah rumbia dan beratap daun rumbia.

Selain itu, angin kencang yang berlangsung singkat itu juga menumbangkan pohon yang berada di depan kantor Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Abdya. Begitu juga dengan jalan menuju SDN 8 Kuala Batee tepatnya di Desa Blang Makmur, dimana pohon kuini tumbang hingga seluruh dahannya menutupi badan jalan. Kondisi itu tidak berlangsung lama, karena sejumlah warga setempat ikut memindahkan batang serta semua dahan yang menutupi badan jalan. Sehingga akses menuju sekolah tersebut kembali lancar.

“Sejauh ini, tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dari musibah angin kencang itu. Namun kerugian yang dialami masyarakat yang menjadi korban mencapai ratusan juta rupiah, karena banyak bangunan rumah warga yang rusak,” demikian singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Abdya, Drs Yafrizal secara terpisah mengaku telah menerima laporan terkait adanya bencana yang menimpa puluhan rumah di Abdya.

Bahkan pihaknya telah menyalurkan bantuan tanggap darurat ke sejumlah warga yang terkena musibah. Namun bantuan tersebut belum sepenuhnya disalurkan ke rumah-rumah warga. Sebab ada sejumlah rumah yang perlu dilakukan verikasi kembali terkait kerusakan berat yang dialami rumah tersebut.

“Seperti rumah warga yang hancur total di Desa Padang Bak Jok itu harus di verifikasi kembali kerusakannya. Untuk saat ini, pihaknya Dinsosnakertrans, BPBK Abdya beserta Wakil Bupati Abdya tengah mengadakan rapat guna menanggulangi semua rumah yang mengalami rusak berat,” ungkap Yafrizal.

Tinggalkan Balasan