IF

Warga melakukan penghadangan truck pengangkut batubara milik PT. Mifa Bersaudara di Meulaboh, Kamis (28/2/2013) Foto | Zamhuri

Meulaboh – Menuntut kompensasi kesehatan terhadap masyarakat dari PT. Mifa Bersaudara, warga Gampong Ujong Kalak Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat, kamis (28/2) sore, menghadang ratusan truk pengangkut batubara yang melintasi jalan gampong tersebut.

Perwakilan warga Gampong Ujong Kalak, Faisal kepada wartawan mengungkapkan penghadangan yang dilakukan warga tersebut untuk menuntut kompensasi kesehatan masyarakat kepada PT. Mifa Bersaudara. Dikarenakan warga setempat sudah mulai merasakan dampak debu batubara yang membahayakan masyarakat.

“Tiap hari kami makan debu batubara, karena lintasan itu sangat dekat dengan rumah warga, dikhawatir terjangkit penyakit bagi masyarakat. Oleh karena itu kami menuntut kepada pihak PT. Mifa Bersaudara agar memberikan kompensasi kesehatan  kepada masyarakat,” ungkap Faisal

Lebih lanjut, ia menambahkan, selama ini tidak ada sedikitpun perhatian dari PT. Mifa Bersaudara kepada masyarakat Ujong Kalak seperti beberapa desa lainnya yang sudah mendapatkan kompensasi tersebut.

“Selama ini kami tidak pernah mendapatkan perhatian sedikitpun dari mereka, kami ingin juga ada perhatian seperti desa yang lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Geuchik Gampong Ujong Kalak mengatakan, pihaknya telah menyurati PT. Mifa Bersaudara terkait masalah tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada jawaban.

Hingga berita ini diturunkan, acehterkini belum mendapat konfirmasi dari pihak PT. Mifa Bersaudara dan masih menunggu klarifikasi perusahaan tersebut terkait masalah penghadangan truck pengangkut batubara. (Zamhuri)