Muhammad Hamzah, Wakil Ketua Umum I, Bidang Organisasi Pengprov Percasi Aceh. Foto | Internet

Muhammad Hamzah, Wakil Ketua Umum I, Bidang Organisasi Pengprov Percasi Aceh. Foto | Lintas Gayo

PENYAMPAIAN rencana pelaksanaan pra kualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) cabang catur menjadi agenda penting pada Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Percasi Aceh yang akan dilaksanakan, 15 Juni mendatang di Kota Langsa.

Pengprov Percasi Aceh menganggap penting penyampaian tentang pelaksanaan  Pra PORA Catur dan PORA pada Rakerprov. Mengingat pelaksanaan multi even olahraga di Aceh, bukan hanya berubah sebutan dari pekan olahraga provinsi (Porprov) menjadi PORA, akan tetapi  banyak regulasi peraturan dan ketentuan umum.

Sebab itu, penyampaian hal tersebut sangat penting, sehingga Pengkab/Pengkot Percasi  akan lebih memahami tentang metode dan mekanisme pelaksanaan Pra PORA cabang catur.

Wakil Ketua Umum I, Bidang Organisasi Pengprov Percasi Aceh, Muhammad Hamzah  yang didampingi Sekretaris Umum, Sudirman Mansyur WNP, PNP,  Kamis (6/6/013) mengungkapkan Rakerprov Percasi Aceh pada dasarnya menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilakukan tahun 2012 hingga tahun berjalan Januari  sampai Juni 2013 dan Indikasi keberhasilan yang telah dicapai. Membahas rencana program kegiatan Juli 2013 hingga 2014 yang telah disusun.

“Kita ketahui  pelaksanaaan multi even olahraga  di Aceh telah berubah sebutan dari Porprov  menjadi PORA dan banyak regulasinya menyangkut ketentuan, peraturan, metode dan mekanisme. Sedangkan cabang olahraga catur di pertandingkan di PORA.  Kita menganggap penting ini disampaikan pada Rakerprov, sehingga semua pengurus Percasi kabupaten/kota lebih mengetahui dan memahaminya,” jelas Muhammad Hamzah.

Ia menambahkan, penyampaian soal Pra PORA catur di Rakerprov sangat memungkinkan, mengingat pelaksanaannya baru akan digelar November mendatang. “ Sekalian sosialisasi tentang  Pra PORA dan PORA kepada anggota kita”, sebut  Muhammad  Hamzah yang juga Ketua Panitia Rakerprov Percasi Aceh.

“Setelah disampaikan di Rakerprov, kita segera membuat surat  tentang pelaksanaan Pra PORA , membagikan pedoman ketentuan umum dan peraturan yang telah disusun, kepada semua Pengkab/Pengkot Percasi . Dasar itu, Pengkab/Pengkot Percasi kabupaten/kota  lebih leluasa melakukan berbagai persiapan,” paparnya.

Namun perlu diingat, tegasnya, hanya menyampaikan tentang Pra PORA, bukan membahas, membuat ketentuan dan peraturan baru di Rakerprov. Ketentuan umum dan peraturan sudah baku yang disusun berdasarkan keputusan dari rapat tim manual ketentuan dan peraturan PORA, KONI Aceh dengan utusan Pengprov cabang olahraga.

Ketentuan dan peraturan yang sudah permanen tersebut , diantaranya yaitu batas usia atlet catur 40 tahun. Peringkat  1-7 Pra PORA lolos PORA.  Aceh Timur sebagai tuan rumah PORA, langsung lolos, sehingga di PORA menjadi 8 peserta.

Selanjutnya, jenis yang dipertandingkan di Pra PORA  yaitu catur klasik, nomor beregu putra (empat atlet, tanpa cadangan ), perorangan putra dan perorangan putri. Untuk perorangan ketika lolos Pra PORA, berlaku nama dan nomor yang diikuti ketika main di PORA (tidak bisa diganti dengan  orang lain). Beregu bisa diganti dua atlet.
Pada PORA jenis pertandingan menjadi tiga yaitu catur klasik, catur cepat dan catur kilat untuk nomor beregu, perorangan putra dan perorangan putri. Ada 9 medali emas, 9 medali perak dan 9 medali perunggu yang diperebutkan pada PORA yang direncanakan digelar Juni 2014 di Aceh Timur.

Sedangkan ketentuan umum dan peraturan lainnya, mutasi atlet  berlaku enam bulan sebelum Pra PORA. Tercatat/terdaftar sebagai atlet Aceh. Pengkab/Pengkot Percasi peserta Pra PORA dan PORA masih aktif atau berlaku masa bakti kepengurusan.

Ia menyebutkan, Rakerprov ini kali kedua memasuki tahun ketiga masa kepengurusan Percasi Aceh di bawah kepemimpinan Aldin NL. Sedangkan Kejurprov  di  Langsa yang ketiga kalinya, setelah 2011 dan 2012 di Banda Aceh. “Sudah setiap tahun kita laksanakan kegiatan normatif tahunan yakni Kejurprov selama kepengurusan Percasi Aceh periode 2011-2015,” ujarnya.

“Oleh karena itu, pada Rakerprov  kita ingin masukan dan saran yang tujuannya memperlancar pelaksanaan Pra PORA. Contohnya, soal fasilitas akomodasi, ketertiban saat pertandingan, sehingga berlangsung sportif dan fair flay. Kita harapkan semua Pengkab/Pengkot Percasi di Aceh hadir pada Rakerprov,” tegasnya.(acehterkini/dir)