Ribuan tanda tangan nyatakan dukungan dan berharap agar Pemerintah Pusat menyetujui Pemekaran di Aceh dengan membentuk Provinsi ABAS, Sabtu (20/4/2013). Foto | Zamhuri

Ribuan tanda tangan nyatakan dukungan dan berharap agar Pemerintah Pusat menyetujui Pemekaran di Aceh dengan membentuk Provinsi ABAS, Sabtu (20/4/2013). Foto | Zamhuri

TOKOH Pantai Barat Selatan Aceh dan tiga ratusan masyarakat dari 6 (enam) kabupaten yakni Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya, Abdya, Aceh Selatan dan Simeulu, Sabtu (20/4/2013) sekitar pukul 14.00 wib siang mendeklarasikan pemekaran wilayah Aceh Barat Selatan (ABAS) menjadi provinsi baru di wilayah tersebut.

Pada kegiatan deklarasi tersebut, hadir perwakilan Komite Percepatan Pendirian Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 –ABAS) dari enam kabupaten, di antaranya Tjut Agam Perwakilan Aceh Barat, T. Sukandi perwakilan Aceh Selatan, Iwan DP perwakilan Nagan Raya, Azhari perwakilan Aceh Jaya, TM Hasbi perwakilan Simeulu dan Said Marwan perwakilan Abdya.

Selain deklarasi, tokoh dan masyarakat pendukung ABAS juga menandatangani kain putih sepanjang 100  x 2 meter, yang berlansung di depan Meuligoe Hotel Meulaboh.

Penandatangan itu sebagai bentuk dukungan masyarakat Aceh Barat Selatan terhadap pembentukan Provinsi ABAS.

Tokoh pemakarsa Aceh Barat Selatan (ABAS) Tjut Agam yang didampingi T Sukandi kepada wartawan mengatakan, dalam Gren Desain Besar Penataan Daerah di Indonesia 2010-2025 yang diterima dari Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) diterakan bahwa Nangroe Aceh Darussalam (NAD) mendapat estimasi melakukan pemekaran provinsi tahun 2016-2020.

Berdasarkan data pemerintah tersebut, Tjut Agam mengatakan terlalu lama menunggu jika pemekaran dilakukan pada tahun 2016-2020. Oleh karenanya, pemakarsa Aceh Barat Selatan melakukan deklarasi dan meminta dukungan dari masyarakat untuk mendesak pemerintah pusat agar Provinsi Aceh Barat Selatan bisa terwujud dalam tahun 2013.

“Pada data tersebut tertera cuma satu provinsi yang akan di mekarkan di Aceh dan kita tidak ada masalah jika ALA dan ABAS di gabung menjadi satu provinsi,” ungkapnya.

Tjut Agam juga menambahkan, untuk mempercepat pemekaran Provinsi ABAS, tokoh pantai barat Aceh sudah membentuk tim untuk mendatangi Kemendagri mempertanyakan keseriusan Pemerintah Pusat.

“Tim KP3-ABAS sudah terbentuk dan akan mendatangi Mendagri untuk mempercepat pemekaran. Provinsi di luar Aceh sudah mekar, mereka sudah maju, sementara Aceh yang memiliki ratusan triliun dana otonomi khusus  tapi apa hasil yang sudah kita lihat di pantai barat Aceh,” Demikian Tjut Agam. (acehterkini/zamhuri)