Ilustrasi

Ilustrasi

LEMBAGA Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) sedang melakukan evaluasi dalam rangka menyelesaikan “benang kusut” masalah beasiswa di Aceh pasca pergantian pengurus baru. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua LPSDM Aceh, Suraiya kepada acehterkini usai memberikan presentasi terkait beasiswa Aceh di 3in1 cafe, Jum’at (19/4/2013).

Menurutnya beasiswa di Aceh merupakan program terbesar yang mengalokasikan dana yang cukup besar dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. “Saat ini kita sedang meluruskan “benang kusut” terhadap masalah beasiswa Aceh sebelumnya,” kata Suraiya.

Langkah yang sedang disiapkan adalah menyebarkan questioner untuk kemudian di drafting sebelum LPSDM melakukan workshop terkait program beasiswa ini. “Tahun ini program beasiswa ditahan bukan dihentikan, sehingga tanda bintang yang diberikan oleh Pemerintah Aceh itu akan dicabut sampai evaluasi ini selesai,” harap Suraiya.

“Saya belum tahu kapan evaluasi ini bisa selesai, tapi pihaknya akan berusaha secepatnya agar program beasiswa Aceh ini bisa terus dilanjutkan,” pinta Suraiya.

Masih dikatakan Suraiya, masa transisi ini kedepannya kita akan menyesuaikan dengan Qanun No.7 Tahun 2012 tentang Dana Abadi Sumber Daya Manusia di Aceh. Sejauh ini LPSDM sedang mempersiapkan data base sehingga pihaknya akan mengetahui jumlah yang diberikan supaya tidak over lapping.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Anas M. Adam mengungkapkan alokasi dana beasiwa Aceh tahun 2012 berjumlah Rp250 miliar ditambah dana beasiswa yang dikelola oleh LPSDM sebesar Rp150 miliar. “Bandingkan dengan Jawa Barat yang hanya mengalokasikan beasiswa sebesar Rp4 miliar tapi mutu pendidikannya sudah cukup bagus,” kata Anas M. Adam dalam presentasinya pada Diskusi Publik “Cerdaskah Dana Pendidikan Kita” yang digagas oleh Public Expenditure Analysis and Capacity Strengthening Programme (PECAPP).(acehterkini/firman)