DSCF0483GUBERNUR Aceh Zaini Abdullah akan memperjuangkan Bendera dan Lambang Aceh yang telah disepakati eksekutif dan legislatif sehingga dapat disetujui Pemerintah Pusat. Rencananya Gubernur, Wagub dan Wali Nanggroe akan bertemu Presiden SBY di Jakarta.

“Kami telah menjelaskan kepada Mendagri Gamawan Fauzi tentang lambang dan bendera yang telah menjadi produk hukum daerah dan saat ini sudah dikibarkan oleh masyarakat,” katanya di Banda Aceh, Kamis, (4/4/2013).

Gubernur menyampaikan hal itu saat menemui ribuan warga yang berunjuk rasa mendukung bendera yang desainnya bulan bintang, garis vertikal hitam dan putih (atas dan bawah) dengan kain warna dasar merah tua.

Gubernur bersama Wakil Gubernur Muzakir Manaf, Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud dan sejumlah anggota DPRA bertemu dengan para pendemo setelah beberapa jam melakukan pertemuan tertutup dengan Mendagri.

Bendera Aceh berupa bulan bintang bergaris hitam putih di bagian bawah dan atas di atas sehelai kain merah tua yang tertuang dalam Qanun No 3 Tahun 2013 sudah disahkan oleh DPR Aceh pada 22 Maret 2013.

Ia mengatakan, Pemerintah Pusat memberi waktu 15 hari menyampaikan klarifikasi terhadap bendera dan lambang ini.

“Kami juga telah menyampaikan kepada Mendagri dan semua yang didapat di Aceh akan disampaikan kepada Presiden,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya akan bertolak ke Jakarta untuk berjumpa dengan Presiden terkait persoalan Bendera dan Lambang Aceh ini.

“Tadi kami telah menyampaikan ke Mendagri dan makin cepat dijawab akan segera dipanggil Presiden untuk menyelesaikan persoalan ini dan kami berharap masyarakat dapat bersabar,” katanya.

Sementara Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengatakan, Pemerintah Aceh akan memperjuangkan di Jakarta agar produk hukum yang telah disepakati itu disetujui Pemerintah Pusat.

“Kami akan bertemu Presiden dan terus membangun komunikasi dalam memperjuangkan bendera dan lambang Aceh,” kata Muzakir Manaf yang juga Ketua umum DPP Partai Aceh.

Setelah mendengar penjelasan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wagub Muzakir Manaf massa membubarkan diri secara tertib.(acehterkini/ant)