Data Pemilih sedang di Rekup oleh KPU. Foto | Merdeka

Data Pemilih sedang di Rekup oleh KPU. Foto | Merdeka

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) telah membuat sistem data pemilih yang akan dijadikan acuan Pemilihan Umum 2014. Data yang sudah terekam di sistem tersebut, 134 juta pemilih saja.

Menurut Data Potensial Penduduk Pemili (DP4) yang menjadi acuan E-KTP, jumlah pemilih diperkirakan sebanyak 194 juta pemilih.

“E-KTP sendiri itu hanya 134 juta yang baru terekam oleh KPU, sisanya yang 60 juta belum masuk dengan jumlah E- KTP yang datanya sekitar 190 juta pemilih,” ujar komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR, di Gedung DPR, Senayan, Kamis (18/4/2013).

Saat ini KPU masih menyocokkan data DP4 yang diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri. KPU juga mengalami kendala karena ada 14,1 juta warga yang usianya berkisar antara 10-20 tahun masuk dalam data potensial penduduk pemilih.

“Kami akan fokus pada pencocokan dan penelitian yang belum terekam E-KTP,” imbuhnya.

Selain dari segi data pemilih yang belum terekam seluruhnya, KPU juga menemui kendala dalam penyempurnaan data karena masih banyak wilayah yang tidak memiliki kode area. Bahkan KPU mencatat ada sekira 43 juta daerah yang tidak memiliki kode wilayah.

“Yang menjadi kesulitan kami tidak adanya desa yang memiliki kode wilayah, seperti ada daerah pemekaran yang daerah itu belum punya kode wilayahnya. Ada 43 juta tidak memiliki kode RT/RW,” ungkapnya.(acehterkini/inilah)