ilustrasi

ilustrasi

SEKRETARIS Kabinet (Seskab) Dipo Alam mengemukakan, pemerintah akan memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) selama 5 (lima) bulan untuk menopang masyarakat miskin menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang akan diputuskan pemerintah setelah DPR menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013.

“BLSM diperlukan untuk menopang masyarakat miskin karena kenaikan harga atau inflasi berdampak lebih tinggi bagi masyarakat miskin (sekitar satu setengah kali dari inflasi IHK), mengingat sebagian kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap harga bahan-bahan pangan yang merupakan komponen terbesar dalam komposisi konsumsi masyarakat miskin,” terang Seskab Dipo Alam di Jakarta dalam pernyataannya melalui situs resmi Setkab RI, Sabtu (18/5/2013).

Pemerintah, lanjut Seskab, sangat berharap pemberian BLSM tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan kelompok masyarakat miskin menjadi lebih tinggi dari garis kemiskinan.

Ia mengingatkan, bahwa shock akibat kenaikan harga BBM biasanya membutuhkan waktu pemulihan sekitar 3 (tiga) bulan atau 4 (empat) bulan. Oleh karena itu, BLSM dalam tiga bulan pertama diberikan (Juni, Juli, Agustus) diberikan dalam rangka meredam dampak sosial ekonomi akibat kenaikan harga BBM tersebut.

“Bulan Juli-Agustus merupakan bulan Ramadhan dan Hari Raya. Selama ini, inflasi tertinggi terjadi pada periode tersebut. Kondisi ini menyebabkan pemulihan akibat kenaikan harga BBM memerlukan waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, BLSM ditambah dua bulan (total menjadi lima bulan) untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam menghadapi bulan Ramadhan tersebut,” ujar Seskab Dipo Alam.(acehterkini/001)